Home » » SEPENGGAL KISAH SEJARAH BELAWA I

SEPENGGAL KISAH SEJARAH BELAWA I

Written By Asrul Sirajuddin on Saturday, 23 August 2014 | 20:19

Oleh: Abd Jamil Hs
Pada Tgl: 22-Oktober-2009 di sebuah kampung kecil Bernama TOSORA Kec.Majauleng Kab.Wajo, Saya duduk menatap sebuah Makam di halaman bekas Masjid yang diperkirakan telah berusia -/+700 Tahun yg kini telah menjadi situs, Makam tersebut adalah Makam pemilik masjid yang bernama: ASSYEIKH AL-HABIB JAMALUDDIN AL-AKBAR AL-HUSAINI atau biasa di kenal dengan panggilan Petta WalliE

Setelah Membaca Al Fatihah kepada beliau, aku teringat dengan SYEH TOSAGENA/SAGENA yg cukup melegenda di BELAWA bahkan di daerah lain, apakah kedua sosok ini mempunyai keterkaitan dan apa pula kaitannya dengan BELAWA ? Berikut Penelusuran kecil-kecilku yg kudapat dari berbagai sumber termasuk hasil diskusi dengan silessurengta Ambo Tang Daeng Materru :
Tahun 1300 M Danau Tempe atau bahasa para leluhur kita Tappareng Karaja masih merupakan
Danau yang cukup Luas tidak seperti saat ini yang sudah berbentuk Rawa-rawa yang kian hari mengalami pendangkalan, Tosora yang merupakan pusat kota kerajaan Wajo saat itu cukup ramai termasuk bandar Niaga Tosora yang menghubungkan kerajaan lain termasuk kerajaan soppeng dan sidenreng.
Adalah Petta WalliE setelah dari Aceh,Jawa dan mengajarkan Ilmu Islam kepada beberapa muridnya yg saat ini di kenal nama WALI SONGO beliau dan beberapa pengikutnya pun hijrah ke tanah bugis tepatnya di Tosora Wajo dan membuat perkampungan di seputar Tappareng Karaja (Danau Tempe), penduduk Wajo menyebut mereka kaum Ba Alawiyah jadi kalau penduduk ingin ke kampung tersebut mereka mengatakan: “Maeloka Lao Ri Kampongna Tau Ba ‘alawiyah E”, dan Seiring perjalanan waktu, glottal- glottal kata “Ba Alawiyah” perlahan berubah menjadi BELAWA .
Ditengah Kepercayaan Animisme yg masih dianut penduduk kerajaan Wajo, kaum Ba Alawiyah dikomunitasnya tetap hidup secara Islam bahkan Petta WalliE mempunyai murid dan kemungkinan di antaranya adalah SYEH SAGENA atau yang lebih populer dengan nama SEHÉ’ TOSAGENA.
Seiring waktu kampung Ba Alawiyah (Belawa) semakin ramai karena tanahnya yg subur dan ikan melimpah dan saat ini telah menjadi Kecamatan di Kab.Wajo, tak banyak adat istiadat animisme atau kebiasaan orang dulu di daerah ini seperti daerah lain karena dari awalnya Belawa memang penganut ISLAM, Belawa Memang mempunyai banyak perantau karena memang cikal bakal daerah ini dari Perantau.
SYEH JAMALUDDIN AL-AKBAR AL-HUSAINI adalah Guru Para Wali Songo di tanah jawa termasuk keturunannya yaitu Sunan Gunung Jati telah menjadi bagian dari Wajo dengan dibangunnya sebuah masjid di Tosora. Tak Banyak Lontara’ yang menulis tentang beliau atau mungkin para penulis lontara’ saat itu menilai Petta WalliE hanya orang Asing dan yang lebih penting Proses Islamisasi pada tahun 1600an yg di lakukan Trio datuk (datuk patimang,datuk ri bandang,datuk ri tiro) akan TERELIMINASI mengenai Islamisasi di tanah bugis.
Pada tahun 1415 M -/+ 200 tahun sebelum kedatangan trio datuk tersebut. SYEH JAMALUDDIN AL-AKBAR AL-HUSAINI meninggal dunia dan dimakamkan di Tosora kec.Majauleng.

Wallahu Wallam

Catatan: SYEH TOSAGENA sendiri Wafat di Tanah Suci dan di makamkan di pekuburan para wali disana yg bernama SUBAEKAH sedangkan di makam di jln.yehSagena belawa hanyalah makam ibu beliau.
Share this article :

No comments:

Post a Comment

 
Support : 125Project | Mas Template
Copyright © 2014. Selamat Datang di Web Belawa - All Rights Reserved
Mainteance by Admin